Senin, 06 April 2009

HUJAN MENANGKAN JENSON BUTTON DI GP MALAYSIA

Grand Prix Malaysia kemarin, Minggu (5/4/09), berlangsung penuh drama. Kekhawatiran akan turun hujan, akhirnya menjadi kenyataan. Bahkan, karena derasnya hujan yang mengguyur Sirkuit Sepang, mengakibatkan balapan dihentikan pada lap ke 33 dari 56 lap yang direncanakan. Lantas, lomba tidak dapat dilanjutkan karena hujan masih turun dengan deras dan juga melewati batas waktu lomba yang hanya dua jam.

Hal ini sesuai dengan regulasi F1, dimana lomba berjalan sepanjang lap yang telah ditentukan atau paling lama selama 2 jam. Sedangkan yang terjadi kemarin, lomba dihentikan setelah satu jam berjalan karena kondisi lintasan yang mirip danau akibat hujan lebat. Dan masih ada sisa 1 jam untuk lomba. Tapi, ketika menunggu hujan reda, batas waktu tersebut hampir terlampaui. Selain itu juga hari sudah menjelang gelap, akibat waktu start dimulai pukul 17.00.

Disela-sela waktu menunggu tersebut, sempat muncul gagasan untuk melanjutkan sisa waktu balapan dibelakang safety car. Tetapi, gagasan tersebut tidak jadi dilaksanakan.

Kemudian tepat pukul 18.52 waktu setempat, atau delapan menit sebelum waktu lomba berakhir, pengawas lomba membuat keputusan untuk tidak melanjutkan lomba pada GP Malaysia kali ini.

Dan sesuai regulasi, bahwa lomba diputuskan selesai dua lap sebelum dihentikan. Yang artinya, Jenson Button dari Brawn GP berhak tampil menjadi juara, disusul kemudian Nick Heidfeld dari BMW-Sauber ditempat kedua, dan Timo Glock dari BMW-Sauber diposisi ketiga.


Meski demikian, Jenson Button tidak mendapatkan jatah poin yang semestianya untuk sang juara, yakni 10 poin. Button hanya mendapat 5 poin, dan seluruh pembalap yang finish ditempat 8 besar juga meraih setengah poin dari jumlah yang diterima saat balapan normal. Dan Nico Rosberg dari Williams-Toyota yang finish diurutan kedelapan mendapat poin setengah dari normalnya 1 poin.

Hal ini dikarenakan lomba berlangsung kurang dari 75 persen jarak yang telah ditentukan.

Keputusan untuk menghentikan lomba disaat hujan lebat mengguyur lintasan Sirkuit sepang ini, disambut baik oleh sejumlah pembalap. Seperti yang diungkapkan Button, bahwa lintasan sirkuit mirip sebuah danau, bukan lagi sekedar sungai. Hal inilah yang membuat laju mobil Button begitu sangat lamban, ia mengatakan seperti orang yang sedang jalan kaki.

Sementara itu Fernando Alonso dari Renault berkomentar, bahwa jarak pandang di lintasan sangat terbatas sekali. Dan jumlah air yang menggenangi seluruh permukaan sirkuit sangat membahayakan dan bisa menimbulkan kecelakaan.

Bahkan, seorang Kimi Raikkonen saja sudah terlihat enggan untuk melanjutkan lomba. ia sudah berganti baju dengan celana pendek dan minum di garasi Ferrari disaat pembalap lain masih setia duduk di kokpit mobil masing-masing untuk menunggu keputusan lomba dilanjutkan atau tidak.


BINGUNG PILIH BAN
Kacaunya cuaca di Sirkuit Sepang, Malaysia, membuat tim-tim Formula 1 sempat kebingungan untuk memilih ban yang tepat. Seperti misalnya Jenson Button yang start pada pole position, langsung disalip oleh beberapa pembalap dibelakangnya. Yakni Nico Rosberg dari Williams-Toyota yang memimpin jalannya lomba pada lap-lap awal.

Meski begitu, Button tidak panik, karena memang mobil bermesin Mercedes tersebut sangat cepat disbanding mobil dari tim lainnya. Button juga menerapkan strategi yang tepat dengan membawa lebih banyak bahan bakar. Dan berhasil mengambil alih pimpinan lomba saat pit stop pertama dimulai.
Yakni disaat pembalap terdepan masuk pit untuk ganti ban dan isi bahan bakar, Button dan Ruben Barrichello masih keliling lintasan dengan sisa bahan bakar yang sedikit. Hal ini jelas sangat menguntungkan bagi keduanya, karena mobil dapat melaju cepat dengan ringan karena membawa sedikit bahan bakar.
Tapi beberapa lap kemudian hujan mulai turun meski tidak langsung deras, dan satu-persatu pembalap masuk pit lagi untuk mengganti ban. Karena melihat mendung yang hitam pekat diatas sirkuit, hampir seluruh tim mengganti ban basah atau full wet. Padahal kondisi lintasan saat itu masih tidak benar-benar basah, praktis kondisi tersebut membuat ban menjadi cepat hancur.

Sedangkan pembalap Toyota, Timo Glock lebih memilih untuk gambling. Ia memakai ban setengah basah atau intermediate dan berhasil menyalip sejumlah mobil didepannya dengan mudah. Tahu begitu, pembalap lain pun ikut-ikutan masuk pit kembali untuk memasang ban intermediate, termasuk pemimpin lomba, Jenson Button.
Dan sialnya, baru satu lap berjalan hujan tiba-tiba turun dengan sangat lebat. Hal ini sempat membuat sejumlah pembalap melintir keluar lintasan. Dan kemudian seluruh pembalap, kembali harus masuk pit lagi untuk berganti dengan ban full wet. Tetapi tak lama kemudian safety car keluar karena kondisi lintasan tergenang air dan hujan masih turun dengan sangat lebat. Praktis sejak saat itulah, persaingan antar pembalap resmi berakhir, setelah lomba benar-benar dihentikan pada lap ke 33.

Sedangkan yang beruntung dengan situasi tersebut adalah pembalap BMW-Sauber, Nick Heidfeld. Karena saat keputusannya untuk melakukan pit stop pertama bertepatan dengan turunnya hujan lebat. Sehingga ia tidak perlu keluar-masuk pit untuk ganti ban lagi. Dan akhirnya Heidfeld pun berhasil finish diposisi kedua. Ia bahkan sempat mengaku untuk memutuskan masuk pit guna memasang ban intermediate. Tapi lantas dibatalkan karena sekitar 200 meter menjelang jalur masuk ke pit, hujan turun dengan lebat, dan ia pun memutuskan untuk tetap bertahan dilintasan hingga safety car keluar.


FERRARI MAKIN TERPURUK

Amburadulnya tim Ferrari ternyata berlanjut hingga seri kedua pada GP Malaysia ini. Setelah di GP Australia melakukan berbagai kesalahan strategi dan human error, kini mereka melakukan kesalahan lagi yang akibatnya cukup fatal. Yakni hingga seri kedua ini, tim kuda jingkrak belum meraih satu pun poin.

Pembalap andalannya Kimi Raikkonen saat babak kualifikasi hanya mampu berada diposisi kesembilan. Sementara Felipe Massa malah tampil memalukan saat kualifikasi hari Sabtu, yakni berada di posisi ke 16, atau gagal lolos dari sesi pertama kualifikasi. Padahal saat babak latihan hari Jumat, keduanya berada diurutan teratas daftar pencetak waktu tercepat.

Mobil Kimi Raikkonen yang pada saat latihan sempat mengeluarkan asap karena bermasalah dengan system KERS, saat kualifikasi hari Sabtu, tidak mampu lagi mengimbangi kecepatan mobil para pesaing lainnya. Dan harus puas start diposisi kesembilan. Dan saat lomba hari minggu, Kimi hanya mampu berada di tempat ke 14, atau paling buncit diantara mobil yang masih berada dilintasan.

Sementara itu Felipe Massa lebih parah lagi. Saat kualifikasi sesi pertama, ia hanya mencatatkan waktu dengan mengelilingi sirkuit sebanyak 4 lap pada menit-menit awal. Setelah itu, ia memarkir mobilnya di garasi dan memilih untuk istirahat. Para personel Ferrari dan Massa sendiri menduga bahwa catatan waktu tersebut sudah cukup meloloskannya ke sesi kualifikasi kedua atau perkiraan mereka cukup untuk posisi ke 12.

Dan sialnya perkiraan itu meleset, satu-persatu pembalap berhasil melampaui catatan waktu yang telah dibuatnya hingga mendekati akhir sesi pertama kualifikasi. Dan saat waktu sesi pertama benar-benar habis, seluruh personel Ferrari termasuk Massa pun gigit jari karena harus out, akibat dari meremehkan lawan.

Tampaknya kekonyolan demi kekonyolan terjadi pada tim sekaliber Ferrari. Karena itu pada balapan selanjutnya meskipun Ferrari tampil cepat di babak latihan dan kualifikasi, belum tentu saat lomba pembalapnya mampu menjadi juara. Masalahnya ya itu tadi, salah strategi, ringkihnya mobil F60, masalah KERS dan sikap meremehkan lawan.


Hasil Grand Prix Malaysia (Posisi Delapan Besar)
1. Jenson Button, Brawn-Mercedes
2. Nick Heidfeld, BMW-Sauber
3. Timo Glock, Toyota
4. Jarno Trulli, Toyota
5. Rubens Barrichello, Brawn-Mercedes
6. Mark Webber, Red Bull-Renault
7. Lewis Hamilton, McLaren-Mercedes
8. Nico Rosberg, Williams-Toyota



Tidak ada komentar:

Posting Komentar