Jumat, 20 Maret 2009

REGULASI BARU FORMULA 1 MUSIM 2009

1. Gelar lewat Kemenangan
Juara dunia tidak lagi ditentukan berdasarkan total poin. Pembalap dengan jumlah kemenangan terbanyak dinobatkan sebagai world champion. Kalau ada dua pembalap atau lebih punya jumlah kemenangan sama, baru juara dunia ditentukan lewat jumlah poin. Sebenarnya, sempat ada usulan dari asosiasi tim F1 (FOTA) untuk mengubah sistem poin dari 10-8-6-5-4-3-2-1 menjadi 12-9-7- 5-4-3-2-1. Tapi kemudian diputuskan bahwa sistem poin tidak berubah. Gelar juara dunia konstruktor tidak mengalami perubahan. Tim dengan poin
total dari dua pembalap tetap dinyatakan sebagai champion.


2. Kelonggaran Uji Coba
Tim-tim F1 diberi kelonggaran soal uji coba. Bila sebelumnya tidak ada latihan sama sekali antara seri pertama sampai seri terakhir, kini ada beberapa pengecualian. Tim boleh melakukan tiga hari uji coba tambahan, setelah seri terakhir berakhir nanti sampai 31 Desember 2009. Ini hanya untuk pembalap muda, yang belum pernah mengikuti lebih dari dua lomba dalam 24 bulan terakhir. Atau yang belum pernah menjalani uji coba lebih dari empat hari dalam 24 bulan terakhir. Antara 1 Januari 2009 hingga seri penutup 2009, tim boleh melakukan delapan hari uji coba khusus aerodinamika, dilaksanakan di trek lurus atau
arena melengkung yang disetujui oleh FIA.


3. Kiprah Lebih Transparan
Kiprah para peserta akan lebih "transparan" di mata publik. FIA akan mengumumkan bobot semua mobil usai kualifikasi, sehingga orang bisa tahu
berapa bahan bakar yang mereka gunakan.


4. Layani Penggemar
Para peserta wajib melayani para penggemar. Pada hari pertama latihan (biasanya Jumat), semua pembalap harus bersedia memberikan tanda tangan kepada para penggemar di jalur pit, di depan garasi masing-masing. Pembalap yang tereliminasi dalam kualifikasi atau gagal finis lomba harus
bersedia menemui wartawan saat kembali ke paddock.


5. Tahun 2010
Ada Pilihan Anggaran
Kalau memilih ikut budget cap, maka tim tidak boleh mengeluarkan uang lebih dari 30 juta euro atau USD 42 juta (sekitar Rp 500 miliar) selama semusim. Itu termasuk gaji pembalap dan petinggi tim. Tim-tim ini akan menjalani sistem audit yang ketat. Namun, kalau memilih ikut budget cap, tim-tim ini diberi keleluasaan lebih dalam mengejar performa. Mereka diberi kelonggaran dalam hal aerodinamika maupun kekuatan mesin. (*)

Sumber: Hasil pertemuan World Motor Sport Council di Paris, Prancis, pada 17 Maret 2009.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar