Rabu, 01 April 2009

DIBALIK BERANTAKANNYA FERRARI DI GP AUSTRALIA

Adanya regulasi baru yang mengatur tentang ban, yakni dari ban yang beralur ke ban polos (slick) ternyata berdampak besar pada tim Ferrari. Selain itu juga strategi lomba yang buruk, human error hingga ringkihnya mobil F60 yang turut menyumbang masalah pada tim kuda jingkrak ini.

Hal ini terlihat minggu lalu saat balapan seri pertama GP Australia. Kedua mobil Ferrari yang dikendarai pembalap Kimi Raikkonen dan Felippe Massa gagal merebut poin sama sekali. Padahal di pit Ferrari ada Michael Schumacher yang turut memantau tim ini.


Masalah yang pertama, yakni tentang ban. Di musim balap 2009 ini ada peraturan penggunaan ban slick, dan dalam tiap seri tim Formula 1 harus menggunakan 2 type ban yang berbeda. Pada GP Australia ini telah disediakan 2 jenis ban, yakni soft tyre dan hard tyre. Memang paket mobil F60 ini terlihat lumayan cepat, tapi tim Ferrari masih kesulitan menemukan setelan yang pas antara mobil dan ban slick tersebut.

Hal ini mempengaruhi strategi lomba yang diterapkan tim Ferrari. Kedua pembalapnya yakni Kimi Raikkonen dan Felipe Massa, mengawali lomba dengan menggunakan soft tyre. Tujuannya sih memang benar, agar keduanya bisa dengan cepat menyodok keposisi terdepan karena kedua mobil Ferrari start di barisan tengah (urutan ke 7 dan 8) serta menyalip banyak mobil lawan. Mereka juga berencana melakukan strategi 3 kali pit stop sepanjang lomba yang menempuh 58 lap tersebut


Dan awalnya strategi ini berjalan mulus, kedua mobil Ferrari mampu start dengan baik dan langsung menyodok ke barisan depan. Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Karena sekitar kurang lebih lima lap kemudian, Kimi dan Massa sedikit demi sedikit mulai terkejar pembalap dibelakangnya. Karena kondisi ban yang terlalu cepat habis akibat dipaksa melaju sekencang mungkin.

''Setelah lima lap, kami langsung kerepotan mengendalikan bagian belakang mobil,'' ungkap Massa.
terpaksa keduanya harus ganti ban sebelum waktu yang telah direncanakan. ''Jujur saya dijadwalkan masuk pada lap 15 dan Kimi pada lap 14. Lalu, kami masuk jauh lebih dini, mungkin lap 11, dan Kimi bahkan sebelum itu,'' tutur Massa.

Kemudian bencana bagi Ferrari datang, yakni ketika Kazuki Nakajima (Williams-Toyota) mengalami kecelakaan yang mengakibatkan keluarnya safety car. Felipe Massa yang tetap menggunakan tiga stop praktis kehilangan peluang untuk menang. Sedangkan Kimi Raikkonen langsung berganti strategi menjadi dua stop, masih bisa menjaga peluang meraih podium.

Ternyata masalah tidak berhenti sampai disitu, Kimi Raikkonen lantas melakukan human error. Ia tiba-tiba kehilangan control mobilnya dan menabrak dinding disisi lintasan pada lap ke 44, yang mengakibatkan differential (bagian belakang) mobilnya rusak.

Praktis tinggal berharap pada Felipe Massa untuk menyelamatkan beberapa poin Ferrari. Tapi sialnya, ia malah mengalami kerusakan mobil. Yakni F60 yang dikendarainya tiba-tiba cenderung kekanan dan tidak bisa dikemudikan di trek lurus. Dan otomatis kesempatan untuk mendapatkan beberapa poin pun melayang. Meski mengawali musim dengan buruk, tapi Ferrari tetap mencoba untuk optimis menatap seri balap berikutnya, yakni di Sirkuit Sepang, Malaysia minggu ini. Akankah Ferrari tampil berantakan lagi? Ataukah berhasil mengatasi masalahnya hingga mampu mengejar tim lain, bahkan mengejar Brawn GP?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar