Tampilkan postingan dengan label JELANG BALAP F1 AUSTRALIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JELANG BALAP F1 AUSTRALIA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2009

DIFFUSER KREATIF DOMINASI SESI LATIHAN GP AUSTRALIA

Babak latihan Grand Prix Australia berlangsung mulai kemarin, Jumat (27/3/09) di Sirkuit Albert Park, Melbourne. Sesuai prediksi sebelumnya, bahwa tim pemakai diffuser kreatif kemarin mendominasi jalannya latihan. Mereka adalah Williams-Toyota, Brawn GP dan Toyota, masing-masing diwakili oleh Nico Rosberg dari Williams yang mencatat waktu terbaik pertama, diikuti oleh Ruben Barrichello dari Brawn GP di tempat kedua dan Jarno Trulli dari Toyota ditempat ketiga. Sedangkan mobil yang berhasil menempati posisi keempat dan masih memakai diffuser konvensional adalah Mark Webber dari Red Bull-Renault.


Seperti yang kita ketahui kemarin, bahwa muncul kontroversi seputar pemakaian diffuser (yakni bagian bersirip yang terletak dibagian buritan mobil F1) yang dipakai oleh tiga tim, Brawn GP, Williams-Toyota dan Toyota. Padahal regulasi baru menyatakan bahwa mobil F1, khususnya dibagian diffuser, dibatasi dimensinya, guna mengurangi dampak aerodinamika yang dihasilkan saat mobil melaju diatas lintasan.


Nah, tiga tim diatas yang berhasil membuat desain diffuser yang kreatif tanpa melanggar regulasi secara harfiah. Mereka merancang diffuser dengan dimensi total lebih luas dan menghasilkan daya tekan mobil dengan lintasan. Sehingga mobil dapat melaju kencang diatas lintasan. Mereka adalah Brawn GP, Williams dan Toyota.

Dan kemarin tim Formula 1 yang lain, Ferrari, Red Bull dan Renault melancarkan protes kepada pengawas lomba bahwa diffuser kreatif tersebut adalah ilegal. Tapi protes mereka ditolak oleh pengawas lomba dan menyatakan bahwa diffuser kreatif tersebut masih legal. Tak berhenti sampai disitu, polemik makin panjang setelah mereka melakukan banding. Dan sidang banding baru akan digelar dua pekan lagi di Paris, Prancis. Sambil menunggu sidang banding, Brawn GP, Williams dan Toyota tetap bisa memakai diffuser kreatif tersebut dalam seri pertama pekan ini di Australia dan seri kedua pekan depan di Malaysia.


Semakin panjangnya kontroversi seputar diffuser kreatif ini memang wajar terjadi. Pasalnya, dengan menggunakan desain diffuser kreatif tersebut, mampu membantu catatan waktu hingga 0,5 detik per lap. Dan pada sesi latihan kemarin, dampak tersebut terlihat dengan jelas, yakni mobil pemakai diffuser kreatif mendominasi catatan waktu tercepat dan terus tampil konsisten sepanjang latihan di Sirkuit Albert Park, Melbourne.


Sementara itu favorit juara, Ferrari kemarin tampil mengecewakan. Dua pembalapnya, Felipe Massa dan Kimi Raikkonen hanya mampu mencatat waktu terbaik ke sepuluh dan sebelas. Bahkan kedua pembalap tersebut tampak mengalami masalah pada mobilnya. Hal ini terlihat saat mengerem sebelum menikung, keduanya sempat beberapa kali keluar lintasan. Sedangkan McLaren-Mercedes yang dalam ujicoba dibeberepa sirkuit tampil lamban, kemarin terpuruk di posisi 17 dan 18.

Jumat, 27 Maret 2009

KONTROVERSI SEPUTAR DIFFUSER, LEGAL ATAU ILEGAL ?

Kontroversi seputar diffuser yang ada pada mobil tiga tim, Brawn-Mercedes, Williams-Toyota dan Toyota, kemarin resmi lolos inspeksi oleh tim scrutineering FIA di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia. Hal ini yang akhirnya membuat beberapa tim Formula 1 meradang, dan langsung melancarkan protes keras.


Seperti yang kita ketahui bahwa, bagian diffuser (sirip-sirip yang membentuk terowongan dibawah buritan mobil) pada Brawn, Williams dan Toyota memang mengartikan regulasi musim 2009 berbeda dengan mobil masing-masing. Mereka merancangnya dengan sangat kreatif, tanpa harus melanggar regulasi yang ada.


FIA sendiri telah mengakui bahwa ketiga tim Formula 1 tersebut tidak melanggar regulasi, dan bentuk diffuser mereka adalah murni dari hasil kreatifitas para desainer yang merakit mobil masing-masing.


Tetapi komplain resmi tentang bentuk diffuser tersebut mulai muncul kemarin. Adalah Renault, Red Bull-Renault dan Ferrari yang mengajukannya. Sedangkan BMW-Sauber meskipun berniat ikut protes, tetapi ditolak karena terlambat menyerahkan berkasnya. Intinya mereka semua ingin mendapatkan penjelasan detail terkait legal atau tidaknya bentuk diffuser yang ada pada Brawn GP, Williams dan Toyota.


Dan malamnya setelah melakukan perundingan hingga memakan waktu hampir empat jam, akhirnya pengawas lomba memutuskan bahwa bentuk diffuser kreatif tersebut legal dan boleh dipakai saat balapan seri pertama, pada Minggu (29/3/09). Keputusan ini pun tetap diprotes oleh tim-tim lainnya, yang langsung berniat untuk mengajukan banding. Jika banding benar-benar diajukan oleh tim-tim Formula 1, berarti Brawn GP, Williams dan Toyota akan balapan pada seri pertama ini dengan status banding. Bahkan tak hanya itu, pada balapan seri kedua di Malaysia, minggu depannya mereka masih dibawah status banding. Pasalnya, siding banding memang baru digelar setelah Grand Prix Malaysia.


JELANG BALAP FORMULA 1 DI AUSTRALIA, SULITNYA MENEBAK JUARA SERI PERTAMA

Balap Formula 1 musim 2009 mulai digelar minggu ini, 29 Maret 2009 di Melbourne, Australia. Sulit memprediksi siapa yang bakal mendominasi lomba hingga menjadi pemenang pada seri pertama ini. Bagaimana tidak, regulasi baru muncul dengan berbagai aturan ketat, disamping itu ujicoba jelang musim balap 2009 penuh dengan kejutan. Hal ini membuat peta kekuatan tim Formula 1 menjadi sulit ditebak.

Persaingan beberapa tahun kemarin relative mudah ditebak pemenangnya, yakni kalau bukan Ferrari, ya McLaren-Mercedes. Dan prediksi tersebut nyaris tidak pernah salah, kecuali sesekali muncul sebuah kejutan.


Sedangkan musim balap 2009 ini, sangat sulit menebak siapa yang bakal unggul di balapan pertama di Australia tersebut terutama dengan adanya sejumlah regulasi baru. Yakni, ban kembali menggunakan polos atau tanpa alur dipermukaannya. Serta yang paling menonjol yakni penggunakan system KERS. Yakni sebuah dorongan tenaga ekstra yang bekerja dengan menekan tombol yang ada di kemudi. Fungsinya seperti turbo boost pada mobil balap jalanan. Dalam lomba tombol KERS hanya boleh digunakan sekali dalam tiap lap, selama 6 detik. Biasanya digunakan saat berada dilintasan lurus guna menyalip pembalap lain ataupun memperbaiki catatan waktu.


Tetapi beberapa tim Formula 1 merasa belum siap menerapkan KERS di mobil mereka masing-masing, karena selain waktu yang sangat mepet untuk menyiapkan system baru tersebut, juga adanya komentar miring dari beberapa pembalap. Seperti Fernando Alonso yang berkomentar bahwa KERS memang membantu proses salip-menyalip akan lebih mudah, tetapi penggunaannya yang hanya 6 detik tidak akan mempunyai dampak perubahan yang berarti. Sementara itu Kimi Raikkonen berkomentar bahwa KERS tidak mempunyai masa depan. Karena selain tidak banyak membantu juga mobil merasa terbebani. Pasalnya, bobot mobil menjadi bertambah dengan adanya komponen KERS yang ada di mobil seberat beberapa kilogram. Padahal di Formula 1, berat beberapa ons saja sangat mempengaruhi kecepatan mobil mereka. Semakin ringan mobil melaju dilintasan maka semakin cepat dan lincah mobil melibas trek. Selain itu, problem Ferrari di saat melakukan beberapa kali ujicoba adalah pada masalah KERS ini. Untuk itu, Kimi sempat berkata bahwa Ferrari mungkin memakai KERS dibalapan pertama ini, mungkin juga tidak menggunakan KERS.

Beberapa tim Formula 1 memang sedang memikirkan akan memakai KERS atau tidak sama sekali. Mobil F1 yang sudah mengujicoba KERS diantaranya adalah Ferrari, McLaren-Mercedes, Toyota, BMW-Sauber, Williams, Force India, RedBull. Sementara yang sudah pasti tidak memakai KERS adalah Brawn GP.


Yang menarik Brawn GP ini. Tim yang nyaris gulung tikar akibat ditinggal Honda ini adalah tim unggulan juara di Australia, jika melihat hasil ujicoba beberapa minggu lalu. Bahkan pasar taruhan di Australia menempatkan pembalap Brawn-Mercedes, Jenson Button sebagai ungulan juara. Mengingat Brawn adalah tim yang benar-benar tidak menerapkan system KERS di mobilnya. Hal ini dikarenakan mereka tidak mempunyai dana dan tidak siap akibat terlalu mepetnya waktu. Tetapi hal ini malah menjadikan mobil BGP 001 bukan hanya ringan tanpa KERS tetapi juga cepat, tahan banting dan tampil konsisten di sepanjang ujicoba dan dibeberapa sirkuit. Dalam ujicoba mereka selalu berada di posisi teratas pencatat waktu tercepat mengungguli tim favorit seperti Ferrari dan McLaren-Mercedes.


Jadi, kalau Brawn GP benar-benar menjadi juara di Australia, maka untuk menebak siapa berikutnya dibelakang Brawn GP akan jauh lebih sulit. Pasalnya, beberapa tim mempunyai kekuatan yang hampir setara. Toyota dianggap sebagai tercepat kedua setelah Brawn GP, tetapi kecepatannya tidak jauh didepan BMW-Sauber dan Ferrari. Dan Renault juga bisa memberikan kejutan, meski mobilnya tidak terlalu cepat, tapi Renault mempunyai pembalap mantan juara dunia dua kali, Fernando Alonso yang bisa menyodok dijajaran atas. Sedangkan McLaren-Mercedes, meski diragukan bakal juara di Australia, mengingat selalu tampil lamban dalam beberapa kali ujicoba, bahkan lebih lamban dari Force India, tetapi McLaren mempunyai pembalap juara dunia musim lalu Lewis Hamilton. Kita tahu bahwa Hamilton bukanlah pembalap dengan kemampuan rata-rata. Ia bisa membuat kejutan jika balapan berlangsung dibawah guyuran hujan deras. Tetapi jika ingin amannya dalam menebak juara di Australia, adalah Ferrari melalui Kimi Raikkonen ataupun Felipe Massa. Pasalnya, Ferrari sangat berpengalaman berada disituasi yang demikian sulit. Mereka mempunyai tim yang bekerja dengan brilian. Mulai memikirkan setelan mobil yang pas, strategi balapan yang matang sampai pasangan pembalap yang punya skill dahsyat.